Mau tahu harga setelah diskon? Isi kalkulator di atas dan hasilnya langsung muncul, termasuk berapa yang kamu hemat. Kalau ada dua promo sekaligus, misalnya 50% + 20%, isi kolom Diskon tambahan. Bagian di bawah ini menjelaskan cara hitungnya, jadi kamu bisa mengecek hasilnya sendiri atau menghitung di kepala saat belanja.
Cara menghitung diskon
Hitungan diskon cuma butuh tiga langkah.
- Ubah persen diskon menjadi pecahan. Diskon 20% jadi 20 / 100 atau 0,2.
- Kalikan dengan harga awal untuk dapat potongan harga. Rp 200.000 x 0,2 = Rp 40.000.
- Kurangi harga awal dengan potongan itu. Rp 200.000 - Rp 40.000 = Rp 160.000.
Rumusnya bisa diringkas menjadi satu baris:
harga akhir = harga awal x (1 - diskon)
Dengan angka tadi, Rp 200.000 x (1 - 0,2) = Rp 160.000. Kamu menghemat Rp 40.000. Ini juga angka yang muncul di kalkulator saat pertama dibuka.
Trik hitung cepat di kepala
Cari 10% dulu dengan menggeser koma satu angka, lalu kalikan. Untuk Rp 200.000, 10% adalah Rp 20.000. Diskon 20% berarti dua kali itu, yaitu Rp 40.000. Diskon 30% berarti tiga kali, Rp 60.000. Untuk 5%, ambil setengah dari 10%. Cara ini cukup akurat buat memutuskan apakah sebuah promo layak diambil.
Diskon bertingkat
Banyak promo memberi dua potongan berurutan, misalnya diskon toko 50% lalu voucher 20%. Diskon kedua tidak dihitung dari harga awal. Ia dihitung dari harga yang sudah turun, sehingga 50% + 20% tidak sama dengan 70%.
harga akhir = harga awal x (1 - diskon) x (1 - diskon tambahan)
total diskon = 1 - harga akhir / harga awal
Contoh dengan harga awal Rp 200.000:
| Langkah | Perhitungan | Harga |
|---|---|---|
| Harga awal | Rp 200.000 | |
| Diskon 50% | Rp 200.000 x 0,5 | Rp 100.000 |
| Diskon tambahan 20% | Rp 100.000 x 0,8 | Rp 80.000 |
| Total diskon | 1 - Rp 80.000 / Rp 200.000 | 60% |
Kamu hemat Rp 120.000, atau 60% dari harga awal. Karena potongan kedua mengenai harga yang lebih kecil, total diskonnya selalu lebih rendah dari penjumlahan kedua persen. Urutan diskon tidak mengubah hasil akhir, jadi 20% lalu 50% juga menghasilkan Rp 80.000.
Mencari persen diskon dan harga awal
Kadang kamu hanya melihat dua harga dan ingin tahu berapa persen potongannya.
diskon = (harga awal - harga akhir) / harga awal
Harga awal Rp 200.000 turun menjadi Rp 160.000. Selisihnya Rp 40.000, dibagi Rp 200.000 hasilnya 0,2, yaitu 20%.
Kebalikannya, kalau kamu tahu harga setelah diskon dan persennya, harga awal bisa dicari begini:
harga awal = harga akhir / (1 - diskon)
Harga akhir Rp 160.000 dengan diskon 20%: Rp 160.000 / 0,8 = Rp 200.000. Jangan menambahkan 20% ke Rp 160.000, karena hasilnya Rp 192.000 dan itu salah. Persen diskon selalu mengacu ke harga awal.
Diskon dari sisi penjual
Kalau kamu berjualan, diskon memotong untung per unit, dan potongannya bisa lebih besar dari kelihatannya. Isi kolom Modal per unit di kalkulator untuk melihat untung serta margin setelah diskon. Margin di sini dihitung dari harga setelah diskon.
Contoh: harga Rp 100.000, modal Rp 70.000. Sebelum diskon, untungmu Rp 30.000, margin 30%. Setelah diskon 20%, harga jadi Rp 80.000, untung tinggal Rp 10.000, margin 12,5%. Dengan diskon 40%, harga jadi Rp 60.000, lebih rendah dari modal, sehingga kamu rugi Rp 10.000 per unit. Kalkulator akan memberi peringatan kalau harga setelah diskon di bawah modal.
Diskon terbesar yang masih aman
Batas impas, yaitu untung nol, dihitung dengan rumus berikut.
diskon maksimal = 1 - modal / harga
Modal Rp 70.000 dan harga Rp 100.000 menghasilkan 1 - 0,7 = 0,3, atau 30%. Pada diskon 30% harga jadi Rp 70.000, sama dengan modal. Biaya lain seperti packing, ongkir yang kamu tanggung, atau potongan marketplace juga harus masuk hitungan, jadi batas aman sebenarnya lebih rendah. Hitung modalnya dengan benar lewat kalkulator HPP, dan tentukan harga dasarnya lewat kalkulator harga jual.
Alternatif selain diskon besar
Kalau margin tipis, ada beberapa opsi yang bisa kamu pertimbangkan sebelum memotong harga dalam-dalam:
- Paket bundling, misalnya dua produk dengan harga sedikit lebih hemat daripada beli satuan.
- Syarat minimal pembelian untuk mendapat potongan.
- Batas belanja untuk gratis ongkir.
Setiap opsi punya hitungan sendiri, jadi uji dulu dengan angka modalmu sebelum dipakai.
Kesalahan yang sering terjadi
- Menjumlahkan dua diskon. Ingat, 50% + 20% adalah 60%.
- Menghitung diskon dari harga akhir saat mencari harga awal.
- Lupa memasukkan biaya lain saat penjual menentukan batas diskon.
- Membandingkan margin sebelum dan sesudah diskon tanpa melihat rupiahnya. Margin 12,5% dari Rp 80.000 hanya Rp 10.000.
Kalau kamu ingin jualan di toko online sendiri dengan harga dan promo yang kamu atur, coba kiooz gratis 7 hari.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Bagaimana cara menghitung diskon secara manual?
Kalikan harga awal dengan persen diskon lalu bagi 100 untuk dapat potongan harga, kemudian kurangi harga awal dengan potongan itu. Contoh: Rp 200.000 diskon 20% berarti potongan Rp 40.000, jadi harga akhirnya Rp 160.000.
Kenapa diskon 50% + 20% bukan 70%?
Diskon kedua mengenai harga yang sudah turun, sedangkan harga awal tidak dipakai lagi. Rp 200.000 turun 50% menjadi Rp 100.000, lalu turun 20% menjadi Rp 80.000, jadi total diskonnya 60%.
Bagaimana cara mencari persen diskon dari dua harga?
Kurangi harga awal dengan harga akhir, bagi hasilnya dengan harga awal, lalu kalikan 100. Dari Rp 200.000 menjadi Rp 160.000, selisihnya Rp 40.000 dan itu 20% dari harga awal.
Bagaimana cara mencari harga awal kalau cuma tahu harga setelah diskon?
Bagi harga akhir dengan satu dikurangi diskon dalam bentuk desimal. Harga akhir Rp 160.000 dengan diskon 20% berarti Rp 160.000 dibagi 0,8, hasilnya Rp 200.000.
Berapa diskon terbesar yang aman buat penjual?
Diskon maksimal sebelum rugi adalah 1 dikurangi modal dibagi harga. Modal Rp 70.000 dan harga Rp 100.000 berarti diskon maksimal 30%, dan di atas itu kamu menjual di bawah modal.