Aplikasi toko online: jenis, fungsi, dan cara memilihnya

Aplikasi toko online ada beberapa jenis: marketplace, chat, pembuat toko, kasir dan stok, kurir. Kenali fungsinya dan pilih sesuai tahap jualanmu.

Tim kiooz6 menit baca

Tidak ada satu aplikasi toko online yang mengurus semuanya. Kebanyakan penjual memakai gabungan beberapa jenis aplikasi, dan gabungan yang tepat tergantung pada tahap usahamu sekarang. Artikel ini membahas jenis-jenisnya, fungsi masing-masing, dan cara memilih tanpa membayar untuk alat yang belum kamu perlukan.

Apa yang dimaksud dengan aplikasi toko online

Orang mengetik "aplikasi toko online" dengan maksud yang berbeda-beda. Ada yang mencari tempat untuk mulai jualan, ada yang mencari alat untuk mencatat pesanan, ada juga yang ingin punya toko sendiri dengan alamat web sendiri.

Karena itu, lebih berguna kalau kamu melihatnya sebagai sekumpulan alat dengan tugas berbeda. Satu alat menghadirkan pembeli, satu alat menerima pesanan, satu alat menghitung stok, satu alat mengurus pengiriman. Kadang satu produk mencakup beberapa tugas sekaligus, tapi jarang semuanya.

Jenis aplikasi yang dipakai penjual online

Berikut lima jenis yang paling sering muncul, lengkap dengan fungsi dan hal yang perlu kamu waspadai.

JenisFungsinyaKapan kamu butuhYang perlu diwaspadai
Aplikasi marketplace (Shopee, Tokopedia, TikTok Shop)Tempat pembeli mencari dan membeli, dengan pembayaran dan pengiriman yang sudah terhubungSaat kamu baru mulai dan butuh pembeli tanpa membangun apa punAturan, biaya, dan tampilan ditentukan platform, dan data pembeli tidak sepenuhnya milikmu
Aplikasi chat dan media sosial (WhatsApp, Instagram)Mengobrol dengan pembeli, memamerkan produk, menerima pesanan lewat pesanSaat kamu ingin dekat dengan pembeli dan butuh cara cepat untuk mulaiPesanan dicatat manual, mudah terlewat saat ramai
Pembuat toko onlineMembuat toko sendiri dengan katalog, keranjang, checkout, dan halaman pesananSaat kamu ingin brand sendiri dan satu link toko yang rapiPembeli harus kamu ajak sendiri, dan perlu waktu untuk setup awal
Aplikasi kasir dan stokMencatat penjualan, jumlah barang, dan laporanSaat stok mulai sulit diingat, atau kamu juga jualan langsungDua catatan stok yang tidak sinkron lebih berbahaya daripada tidak ada catatan
Aplikasi pengiriman dan kurirMenghitung ongkir, membuat resi, dan melacak paketSaat jumlah kiriman per hari mulai banyakOngkir yang salah hitung langsung memotong untungmu

Lima jenis ini saling melengkapi. Marketplace menghadirkan pembeli baru, chat menjaga hubungan, pembuat toko memberi rumah sendiri, sementara kasir dan kurir merapikan pekerjaan belakang layar.

Pilih sesuai tahap usahamu

Cara paling aman untuk memilih adalah melihat tahap usahamu lebih dulu, baru daftar fitur.

Baru mulai

Satu atau dua alat sudah cukup. Biasanya marketplace untuk mendapat pembeli pertama, ditambah WhatsApp untuk menjawab pertanyaan. Kalau kamu belum tahu langkah dasarnya, baca dulu cara jualan online untuk pemula.

Pada tahap ini, jangan membeli alat karena takut ketinggalan. Kamu belum tahu produk mana yang laku, jadi belum jelas juga alat apa yang benar-benar kamu pakai.

Pesanan mulai rutin

Tanda-tandanya jelas: kamu mulai lupa pesanan mana yang sudah dibayar, mencatat stok di buku atau di kepala, dan membalas pertanyaan yang sama berulang kali. Di tahap ini pencatatan stok dan pesanan di satu tempat mulai terasa manfaatnya.

Ini juga saat yang wajar untuk melihat biaya platform dengan lebih teliti. Pembahasannya ada di artikel biaya admin Shopee dan TikTok Shop.

Membangun brand

Kamu sudah punya pelanggan yang kembali membeli. Sekarang tampilan toko, cerita brand, dan data pelanggan mulai penting. Di sinilah toko sendiri menambah nilai di samping marketplace, karena kamu bisa menyiapkan halaman, kategori, dan pengalaman belanja sesuai karaktermu.

Menjalankan tim

Begitu ada lebih dari satu orang yang menyentuh toko, pertanyaannya berubah. Siapa yang boleh mengubah harga? Siapa yang boleh melihat data pelanggan? Cari alat yang punya pembagian peran, supaya tidak semua orang memegang akses penuh.

Kriteria yang perlu kamu periksa

Daripada menghitung jumlah fitur, nilai aplikasi dengan kriteria berikut.

  • Mudah dipakai di ponsel. Kebanyakan penjual kecil mengurus toko dari ponsel, sering di sela pekerjaan lain. Coba alurnya sendiri: tambah produk, lihat pesanan, ubah stok.
  • Cara menerima pembayaran. Pastikan kamu paham ke mana uang pembeli masuk, kapan bisa kamu pakai, dan siapa yang memegangnya selama proses.
  • Perhitungan ongkir. Apakah ongkir dihitung otomatis sesuai tujuan, atau kamu harus memeriksanya manual untuk tiap pesanan?
  • Pelacakan pesanan untuk pembeli. Pembeli yang bisa melihat status sendiri akan lebih jarang bertanya.
  • Pengelolaan stok. Apakah stok berkurang otomatis saat ada pesanan?
  • Laporan. Kamu perlu tahu produk mana yang paling sering terjual dan dari mana pembeli datang, tanpa menghitung di spreadsheet.
  • Pemilik data pelanggan. Tanyakan apakah kamu bisa mengakses nama, kontak, dan riwayat belanja pembelimu.
  • Model harga. Langganan tetap, potongan per transaksi, atau gabungan? Hitung dengan jumlah pesananmu yang sebenarnya.
  • Ekspor data. Kalau suatu hari kamu ingin pindah, bisakah produk dan pesananmu dibawa keluar?

Kriteria terakhir sering terlupa. Mudah masuk itu bagus, tapi kamu juga perlu tahu bagaimana caranya keluar.

Apa yang ditambahkan pembuat toko di samping marketplace

Marketplace unggul dalam mempertemukan kamu dengan pembeli yang sudah ada di sana. Yang tidak mereka berikan adalah toko yang sepenuhnya milikmu: tampilan sendiri, alamat sendiri, dan hubungan langsung dengan pelanggan.

Pembuat toko online mengisi bagian itu. Kamu mendapat katalog, keranjang, checkout, dan halaman status pesanan di bawah brand-mu. Kamu bisa membagikan satu link ke bio Instagram, status WhatsApp, atau kartu ucapan di paket.

kiooz, produk dari penerbit artikel ini, bekerja seperti itu. Kamu menjelaskan apa yang kamu jual, AI menyiapkan tokonya (halaman, kategori, dan tampilan awal), lalu kamu menambahkan produk dan mempublikasikannya. Ongkir dihitung saat checkout lewat kurir seperti JNE, J&T Express, SiCepat, AnterAja, dan GoSend, atau memakai tarif flat. Admin kiooz dibuka lewat browser di ponsel maupun laptop.

Kalau produkmu sudah ada di Shopee, TikTok Shop, atau Shopify, kamu bisa mengimpornya dari ekspor CSV tanpa mengetik ulang.

Pertanyaan yang perlu dijawab sebelum membayar aplikasi apa pun

Sebelum memasukkan kartu atau mentransfer uang, jawab daftar ini.

  1. Pekerjaan apa yang akan berkurang kalau aku memakai aplikasi ini? Sebutkan satu yang konkret.
  2. Apakah aku sudah mengerjakan pekerjaan itu cukup sering untuk merasa terganggu?
  3. Berapa total biayanya setiap bulan, termasuk potongan per transaksi dan biaya tambahan?
  4. Apakah ada masa percobaan, dan perlu kartu kredit untuk memulainya?
  5. Ke mana uang pembeli masuk, dan siapa yang memegangnya?
  6. Apakah data pelanggan dan produkku bisa kuekspor?
  7. Apakah aplikasi ini bisa bekerja bersama alat yang sudah kupakai, atau aku harus memindahkan semuanya?
  8. Siapa yang bisa kuhubungi kalau ada masalah, dan bagaimana caranya?
  9. Apakah aku sanggup mempelajarinya dalam satu minggu?

Kalau tiga atau lebih jawabannya "tidak tahu", tunda dulu pembeliannya. Manfaatkan masa percobaan, lalu uji dengan pesanan nyata atau pesanan percobaan sendiri.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Memakai terlalu banyak aplikasi. Setiap alat baru berarti satu tempat lagi yang harus diperiksa dan satu lagi yang bisa tidak sinkron.
  • Tidak punya satu tempat untuk semua pesanan. Pesanan dari marketplace, chat, dan toko sendiri yang tersebar di tiga tempat mudah terlewat. Tentukan tempat utama untuk mencatat, walaupun awalnya hanya satu lembar catatan.
  • Memilih karena jumlah fitur. Aplikasi dengan seratus fitur belum tentu menyelesaikan masalahmu. Pilih yang melakukan beberapa hal penting dengan baik.
  • Pindah semua produk sekaligus. Coba dengan beberapa produk dulu, lihat apakah alurnya nyaman, baru lanjutkan.
  • Lupa mengecek cara keluar. Pastikan kamu bisa membawa data saat berpindah.

Mulai dari yang paling kamu perlukan

Susun alatmu dari kebutuhan yang paling nyata sekarang, lalu tambah satu per satu saat pekerjaannya mulai terasa berat. Kalau kamu sudah siap punya toko sendiri, kiooz bisa menjadi pilihan. Pembeli membayar lewat transfer bank langsung ke rekeningmu dan mengunggah bukti bayar, lalu kamu yang mengonfirmasi, sehingga kiooz tidak memegang uangmu. Pembeli mendapat notifikasi pesanan lewat WhatsApp, dan di admin ada asisten AI yang menjawab dari data tokomu serta mengusulkan perubahan yang tetap kamu setujui dulu. Stok, pesanan, pelanggan, dan analitik ada di satu admin, lengkap dengan peran tim. Domain sendiri tersedia mulai paket Starter.

Paketnya Rp 149.000 per bulan untuk Starter, Rp 399.000 untuk Growth, dan Rp 999.000 untuk Pro. Kamu bisa coba kiooz gratis 7 hari tanpa kartu kredit dan menilai sendiri apakah cocok untuk tokomu.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa aplikasi toko online yang paling cocok untuk pemula?

Tidak ada satu aplikasi yang cocok untuk semua orang. Pemula biasanya mulai dari marketplace untuk mendapat pembeli, ditambah WhatsApp untuk mengobrol dengan pembeli, lalu menambah alat lain saat pesanan mulai ramai.

Apakah aplikasi toko online harus berbayar?

Tidak selalu. Ada alat yang bisa dipakai gratis untuk mulai, dan ada yang memakai langganan bulanan atau potongan per transaksi. Cek model harganya sebelum kamu memasukkan semua produk ke dalamnya.

Apa bedanya marketplace dengan pembuat toko online?

Marketplace mempertemukan kamu dengan pembeli yang sudah ada di sana, tapi tampilan dan aturannya ditentukan platform. Pembuat toko online memberi kamu toko sendiri dengan tampilan dan data pelanggan yang kamu kendalikan, tetapi pembeli perlu kamu ajak sendiri.

Perlu berapa aplikasi untuk menjalankan toko online?

Untuk tahap awal, satu sampai dua aplikasi sudah cukup. Tambah alat baru hanya saat ada pekerjaan yang makan waktu, misalnya mencatat stok atau menghitung ongkir satu per satu.

Apakah penjual kecil perlu aplikasi kasir dan stok?

Perlu kalau kamu juga jualan di toko fisik atau stokmu mulai sulit dilacak. Kalau barang masih sedikit dan semua pesanan lewat satu tempat, catatan sederhana biasanya masih cukup.

Baca juga

Panduan jualan

Cara jualan di Shopee untuk pemula sampai dapat pesanan

Cara jualan di Shopee untuk pemula: daftar toko, unggah produk, atur ongkir dan harga, layani pesanan pertama, lalu tambah toko sendiri di samping Shopee.

Tim kiooz8 menit baca