Cara membuat website toko online tanpa coding untuk pemula

Website toko online adalah situs tempat pembeli memesan dan membayar langsung ke kamu. Ini cara membuatnya tanpa coding, dari persiapan sampai rilis.

Tim kiooz8 menit baca

Website toko online adalah situs milikmu sendiri tempat pembeli melihat produk, memasukkannya ke keranjang, membayar, dan memantau pesanan. Cara tercepat yang masuk akal untuk memilikinya adalah memakai pembuat toko online yang sudah menyediakan semua fitur dasar, jadi kamu cukup mengisi produk dan mengatur pembayaran tanpa menulis kode.

Artikel ini membahas apa saja yang harus ada di sebuah toko online, tiga cara membuatnya beserta untung ruginya, langkah dari nol sampai rilis, dan apa yang dilakukan setelah toko tayang. Kalau kamu masih di tahap belajar jualan, baca dulu cara jualan online untuk pemula.

Apa saja yang harus ada di website toko online

Tampilan yang bagus saja tidak cukup. Pembeli baru mau menyelesaikan pesanan kalau alurnya lengkap dan jelas. Minimal, sebuah website toko online punya:

  • Katalog dan kategori. Daftar produk yang mudah dijelajahi dan dikelompokkan.
  • Halaman produk. Foto, nama, harga, pilihan varian, stok, dan deskripsi yang menjawab pertanyaan pembeli.
  • Keranjang belanja. Tempat pembeli mengumpulkan beberapa produk sebelum membayar.
  • Checkout. Formulir singkat untuk nama, alamat, dan kontak. Makin sedikit kolom yang tidak perlu, makin kecil kemungkinan pembeli berhenti di tengah jalan.
  • Pembayaran. Cara yang jelas untuk membayar, lengkap dengan rekening tujuan, jumlah, dan batas waktu.
  • Ongkos kirim. Dihitung saat checkout atau memakai tarif tetap, supaya pembeli tahu total sebelum membayar.
  • Status pesanan. Halaman atau pesan yang memberi tahu pembeli apakah pesanannya sudah dibayar, diproses, atau dikirim.
  • Kontak dan kebijakan. WhatsApp atau email yang bisa dihubungi, plus aturan retur dan estimasi waktu proses.

Kalau salah satu hilang, biasanya kamu yang akhirnya menambal lewat chat. Itu yang membuat penjual kewalahan saat pesanan mulai ramai.

Tiga cara membuat website toko online

Pada dasarnya ada tiga jalur. Pilihannya tergantung seberapa banyak waktu, keahlian teknis, dan kendali yang kamu inginkan.

CaraUsaha awalKendaliPerawatan
Sewa pengembang atau agensiRendah di sisi kamu, tapi perlu menjelaskan kebutuhan dan menunggu pengerjaanSangat tinggi, bisa dibuat sesuai kebutuhan khususSetiap perubahan atau perbaikan biasanya perlu bantuan mereka
Pembuat situs umum atau CMS dengan plugin tokoSedang, kamu merakit sendiri halaman, plugin, dan pengaturanTinggi, tapi banyak komponen yang harus kamu aturKamu mengurus pembaruan, keamanan, dan kecocokan antar plugin
Pembuat toko online khususRendah, fitur toko sudah menyatuSedang, tampilan bisa diubah dalam batas yang disediakanRingan, pembaruan dan keamanan diurus penyedia

Menyewa pengembang cocok kalau tokomu butuh fitur yang sangat khusus dan kamu siap dengan prosesnya. Pembuat situs umum cocok kalau kamu sudah terbiasa mengutak-atik dan ingin satu situs untuk banyak keperluan. Pembuat toko online khusus cocok kalau tujuanmu sederhana: segera punya toko yang bisa dipakai pembeli.

Tidak ada jawaban yang benar untuk semua orang. Yang perlu kamu tanyakan: siapa yang akan mengurus toko ini setiap hari, dan seberapa sering kamu ingin mengubahnya sendiri?

Yang perlu disiapkan sebelum mulai

Banyak penjual macet di tengah jalan karena bahan belum siap. Kumpulkan dulu:

  • Produk. Daftar produk yang akan tayang, lengkap dengan varian dan stok. Tiga sampai sepuluh produk sudah cukup untuk awal.
  • Foto. Foto yang bersih dan seragam latarnya, dari beberapa sudut.
  • Harga. Harga jual yang sudah memperhitungkan modal, kemasan, dan ongkir.
  • Nama toko. Pendek, mudah dieja, dan konsisten dengan akun media sosialmu.
  • Ide domain. Beberapa alternatif nama alamat situs, kalau-kalau pilihan pertama sudah dipakai.
  • Rekening bank. Rekening yang akan menerima pembayaran, atas nama yang sama dengan identitas tokomu supaya pembeli percaya.
  • Alamat asal pengiriman. Dipakai untuk menghitung ongkir.

Kalau produkmu sudah ada di marketplace, simpan dulu datanya. Beberapa platform dan pembuat toko mendukung impor lewat berkas CSV, jadi kamu tidak perlu mengetik ulang semuanya.

Langkah membuat website toko online tanpa coding

Urutan berikut berlaku untuk hampir semua pembuat toko online.

  1. Pilih pembuat toko. Pastikan ia menyediakan katalog, keranjang, checkout, dan status pesanan, dan cocok dengan cara pembayaran yang ingin kamu pakai.
  2. Buat akun dan isi data toko. Nama, logo, deskripsi singkat, dan kontak.
  3. Atur tampilan awal. Pilih warna, susunan halaman utama, dan kategori. Mulai sederhana, kamu bisa merapikannya nanti.
  4. Tambahkan produk. Unggah foto, tulis deskripsi, isi harga dan stok. Gunakan impor CSV kalau datamu sudah ada di tempat lain.
  5. Atur pembayaran dan pengiriman. Masukkan rekening tujuan, alamat asal, dan cara menghitung ongkir.
  6. Hubungkan domain. Pakai alamat bawaan dulu atau sambungkan domain sendiri.
  7. Uji dengan pesanan percobaan. Lihat bagian daftar periksa di bawah.
  8. Publikasikan dan bagikan link-nya.

Di kiooz, langkah awalnya lebih singkat. Kamu menjelaskan apa yang kamu jual, lalu AI menyiapkan tokonya: halaman, kategori, dan tampilan awal. Setelah itu kamu menambahkan produk dan mempublikasikannya. Tampilan toko bisa kamu ubah lewat editor visual, dan produk dari Shopee, TikTok Shop, atau Shopify bisa diimpor dari ekspor CSV.

Toko kiooz punya katalog, keranjang, checkout, dan halaman status pesanan. Ongkir dihitung saat checkout lewat kurir seperti JNE, J&T Express, SiCepat, AnterAja, dan GoSend, atau memakai tarif flat. Pembeli membayar lewat transfer bank langsung ke rekeningmu dan mengunggah bukti bayar, lalu kamu yang mengonfirmasi. kiooz tidak memegang uangmu dan tidak mengambil potongan per pesanan dari transfer itu.

Memilih nama domain

Domain adalah alamat tokomu, misalnya namatokomu.com. Beberapa pegangan sederhana:

  • Pakai nama toko atau nama brand supaya mudah dicari.
  • Pilih yang pendek dan mudah diketik lewat ponsel.
  • Hindari tanda hubung dan angka yang membingungkan saat disebutkan lisan.
  • Cek apakah nama yang sama sudah dipakai di Instagram atau TikTok, supaya konsisten.
  • Pastikan ejaannya tidak mudah salah. Kalau perlu, bayangkan kamu menyebutkannya lewat telepon.

Domain sendiri biasanya berupa biaya tahunan yang terpisah dari langganan toko. Cek kebijakan penyedia yang kamu pilih, karena aturannya berbeda-beda.

Mengatur pembayaran dan pengiriman

Pembayaran adalah titik di mana pembeli paling mudah ragu. Tampilkan rekening tujuan, jumlah yang harus dibayar, dan batas waktu dengan jelas. Jelaskan juga bagaimana pembeli mengirim bukti bayar dan kapan pesanan mulai diproses.

Untuk pengiriman, ada dua pendekatan. Ongkir dihitung sesuai berat dan tujuan lewat kurir, atau memakai tarif flat. Tarif flat lebih sederhana, tapi bisa merugikan kalau tujuan pengirimanmu sangat beragam. Pastikan berat dan ukuran produk sudah terisi dengan benar, karena itu yang dipakai untuk menghitung ongkir.

Tulis estimasi waktu proses dan kebijakan retur di tempat yang mudah ditemukan. Pembeli lebih tenang kalau aturannya terlihat sebelum membayar.

Daftar periksa sebelum rilis

Sebelum membagikan link, jadilah pembeli di tokomu sendiri.

  • Buat pesanan percobaan dari ponsel dan dari komputer.
  • Coba beberapa tujuan pengiriman dan lihat apakah ongkirnya masuk akal.
  • Pastikan rekening dan jumlah di halaman pembayaran benar.
  • Cek bahwa halaman status pesanan menampilkan informasi yang sesuai.
  • Baca ulang semua deskripsi produk untuk salah ketik, harga, dan stok.
  • Buka tokomu di jaringan yang lambat dan lihat apakah foto cepat termuat.
  • Klik tombol kontak dan pastikan tersambung ke WhatsApp atau email yang benar.
  • Minta satu orang yang belum pernah melihat tokomu untuk berbelanja, lalu amati di mana ia bingung.

Mendatangkan pengunjung pertama

Toko baru tidak otomatis ramai. Pengunjung pertama biasanya datang dari saluran yang sudah kamu punya.

  • Link di bio. Taruh alamat toko di bio Instagram dan TikTok, dan sebut di setiap konten.
  • WhatsApp. Bagikan lewat status, grup yang mengizinkan promosi, dan balasan chat ke pelanggan yang bertanya.
  • Kartu di dalam paket. Selipkan kartu kecil berisi alamat toko dan ajakan memesan langsung lain kali.
  • Pelanggan marketplace. Kamu boleh memperkenalkan toko sendiri, tapi baca aturan platform dulu. Sebagian platform melarang mengajak pembeli bertransaksi di luar aplikasi pada percakapan pesanan, jadi pakai saluran yang diizinkan seperti kartu terima kasih atau akun media sosial publik.
  • Konten. Tunjukkan proses mengemas, cara pakai, atau jawaban atas pertanyaan yang sering muncul.

Soal biaya di marketplace, kamu bisa membandingkannya dengan toko sendiri lewat artikel biaya admin Shopee dan TikTok Shop. Hasil tiap penjual berbeda, jadi jangan mengukur keberhasilan dari beberapa hari pertama.

Biaya yang perlu kamu perkirakan

Karena tiap penyedia berbeda, lebih berguna melihat jenis biayanya daripada angka tertentu:

  • Domain. Biaya berkala untuk alamat situs milikmu.
  • Langganan atau hosting. Biaya bulanan atau tahunan untuk platform tempat tokomu berjalan.
  • Waktumu. Menyiapkan foto, deskripsi, dan menjawab pembeli juga memakan jam kerja.
  • Pengembang atau desainer. Hanya kalau kamu memilih menyewa jasa.
  • Biaya transaksi. Cek apakah ada potongan per pesanan atau biaya pada metode pembayaran tertentu.

Catat semuanya sebelum memilih, supaya kamu bisa membandingkan dengan jujur.

Yang perlu diukur setelah toko tayang

Jangan terlalu banyak angka. Mulai dari yang paling berguna:

  • Jumlah pengunjung dan asalnya. Dari bio, WhatsApp, atau saluran lain.
  • Produk yang paling sering dilihat dan dibeli. Itu petunjuk apa yang perlu diutamakan.
  • Pesanan yang berhenti di tengah jalan. Kalau banyak yang meninggalkan keranjang, periksa ongkir dan alur checkout.
  • Waktu dari pesanan masuk sampai dikirim. Pembeli menilai kecepatanmu.
  • Pembeli yang kembali. Tanda bahwa produk dan layananmu cocok.

Lihat angka ini seminggu sekali, lalu ubah satu hal per kali supaya kamu tahu apa yang berpengaruh.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Membuka toko sebelum alur pembayaran dan ongkir diuji.
  • Memasang terlalu banyak produk dengan foto yang tidak seragam.
  • Tidak menulis kebijakan retur dan estimasi proses.
  • Berharap pembeli datang sendiri tanpa dibagikan ke mana pun.
  • Terlalu lama menyempurnakan tampilan sebelum menerima pesanan pertama.
  • Meninggalkan chat pembeli tanpa balasan.

Mulai dengan yang sederhana

Toko online sendiri tidak harus rumit. Siapkan produk, pilih alat yang sesuai dengan waktumu, uji alurnya, lalu bagikan ke orang yang sudah mengenalmu. Perbaikannya bisa menyusul sambil jalan.

Kalau kamu ingin toko yang cepat siap tanpa setup teknis, kiooz bisa jadi titik awal. Ada asisten AI di admin yang menjawab dari data tokomu dan mengusulkan perubahan yang tetap harus kamu setujui, notifikasi pesanan lewat WhatsApp ke pembeli, analitik, dan peran tim. Paket Starter Rp 149.000 per bulan sudah bisa memakai domain milikmu sendiri, Growth Rp 399.000, dan Pro Rp 999.000. Kamu bisa coba kiooz gratis 7 hari tanpa kartu kredit dan lihat sendiri apakah cocok untuk tokomu.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa itu website toko online?

Website toko online adalah situs yang memuat katalog produk, keranjang belanja, checkout, dan cara pembayaran, sehingga pembeli bisa memesan langsung dari tokomu tanpa lewat marketplace. Alamatnya bisa kamu bagikan di bio media sosial, WhatsApp, atau kemasan.

Bagaimana cara membuat website toko online tanpa coding?

Pakai pembuat toko online yang sudah menyediakan katalog, keranjang, dan checkout. Kamu mengisi produk, mengatur pembayaran dan ongkir, menguji dengan pesanan percobaan, lalu mempublikasikan toko.

Apakah website toko online sendiri lebih baik dari marketplace?

Keduanya punya fungsi berbeda. Marketplace membantu kamu ditemukan pembeli baru, sedangkan website sendiri memberi kendali atas tampilan, data pembeli, dan hubungan dengan pelanggan. Banyak penjual memakai keduanya.

Berapa biaya membuat website toko online?

Biayanya tergantung cara yang kamu pilih. Komponen umumnya adalah nama domain, langganan atau hosting, dan waktumu untuk menyiapkan produk. Menyewa pengembang biasanya menambah biaya awal yang lebih besar daripada memakai pembuat toko.

Perlu domain sendiri untuk toko online?

Tidak wajib untuk memulai, tapi domain sendiri membuat tokomu terlihat lebih meyakinkan dan mudah diingat. Di kiooz, domain sendiri tersedia mulai paket Starter.

Baca juga

Panduan jualan

Cara jualan di Shopee untuk pemula sampai dapat pesanan

Cara jualan di Shopee untuk pemula: daftar toko, unggah produk, atur ongkir dan harga, layani pesanan pertama, lalu tambah toko sendiri di samping Shopee.

Tim kiooz8 menit baca