Kalkulator harga jual: hitung harga dari HPP dan untung

Hitung harga jual dari HPP, biaya lain, dan untung yang kamu mau. Kalkulator ini ikut menghitung potongan marketplace, lengkap dengan margin dan markup.

Rp

Modal satu produk. Belum tahu? Hitung dulu dengan kalkulator HPP.

Rp

Kemasan, bubble wrap, stiker, jatah iklan per pesanan.

Margin: untung 30% berarti Rp 30 dari setiap Rp 100 harga jual.

%
%

Kosongkan kalau jualan di toko sendiri. Tarif tiap kategori berbeda, cek di Seller Centre.

Harga jual yang disarankanRp 24.300Dibulatkan ke atas ke ratusan terdekat.
Modal per pesanan
Rp 17.000
Potongan marketplace
Rp 0
Untung bersih
Rp 7.300
Margin (dari harga jual)
30%
Markup (dari modal)
42,9%

Menentukan harga jual sering dimulai dari menebak, lalu menyesuaikan dengan harga pesaing. Cara ini gampang, tetapi untungnya baru kelihatan setelah laporan keluar. Kalkulator di atas membalik urutannya: kamu memasukkan modal dan untung yang kamu mau, lalu harga jualnya keluar sebagai hasil hitungan.

Rumus yang dipakai

Modal per pesanan dihitung dari HPP ditambah biaya lain per pesanan, yaitu kemasan, bubble wrap, stiker, dan jatah iklan. Lalu harga jual mengikuti salah satu rumus berikut.

Modal = HPP + biaya lain

Mode markup (untung dari modal): harga jual = modal x (1 + untung) / (1 - potongan)

Mode margin (untung dari harga jual): harga jual = modal / (1 - potongan - untung)

Semua persen ditulis sebagai desimal, jadi 30% menjadi 0,3. Kalau kamu menjual di toko sendiri, potongan bernilai 0 dan rumusnya jadi lebih pendek.

Potongan marketplace ada di pembagi karena dihitung dari harga jual, bukan dari modal. Kalau persentasenya kamu tambahkan begitu saja ke biaya, harga yang keluar kurang tinggi dan untungmu menyusut tanpa terasa.

Margin dan markup

Dua istilah ini sering tertukar, padahal pembaginya berbeda.

Margin = untung bersih / harga jual

Markup = untung bersih / modal

Contoh kecil: modal Rp 60.000, harga jual Rp 100.000, jadi untungnya Rp 40.000.

UkuranHitunganHasil
Margin40.000 / 100.00040%
Markup40.000 / 60.000sekitar 66,7%

Untungnya sama, angkanya berbeda jauh. Karena itu, sebelum membandingkan target untung dengan orang lain, pastikan kalian memakai ukuran yang sama. Kalau kamu pilih Dari harga jual, kalkulator memakai margin. Kalau kamu pilih Dari modal, kalkulator memakai markup.

Contoh 1: jualan di toko sendiri

HPP Rp 15.000, biaya lain Rp 2.000, target margin 30%, tanpa potongan marketplace.

  1. Modal = 15.000 + 2.000 = Rp 17.000.
  2. Harga jual = 17.000 / (1 - 0,3) = 17.000 / 0,7 = Rp 24.285,7.
  3. Dibulatkan ke atas ke Rp 100 terdekat menjadi Rp 24.300.
  4. Untung bersih = 24.300 - 17.000 = Rp 7.300.

Cek balik: 7.300 dibagi 24.300 sekitar 30,0%, sesuai target. Markup dari modalnya 7.300 / 17.000, sekitar 42,9%.

Untuk perbandingan, kalau angka 30% tadi kamu pakai sebagai markup, harga jualnya 17.000 x 1,3 = Rp 22.100. Untungnya Rp 5.100, dan margin yang sebenarnya hanya sekitar 23,1%. Angka yang sama di kolom persen bisa menghasilkan harga yang berbeda.

Contoh 2: ada potongan marketplace

Pakai data yang sama, lalu tambahkan potongan misalnya 10% (angka contoh, bukan tarif resmi). Tarif asli berbeda menurut kategori produk dan jenis penjual, dan angka terbarunya ada di Seller Centre masing-masing marketplace.

  1. Pembagi = 1 - 0,10 - 0,30 = 0,6.
  2. Harga jual = 17.000 / 0,6 = Rp 28.333,3, dibulatkan ke atas menjadi Rp 28.400.
  3. Potongan marketplace = 10% x 28.400 = Rp 2.840.
  4. Untung bersih = 28.400 - 2.840 - 17.000 = Rp 8.560.

Untung Rp 8.560 itu sekitar 30,1% dari harga jual, jadi target margin tetap tercapai. Kalau kamu ingin untung Rp 8.560 yang sama tanpa potongan per pesanan, harganya cukup modal ditambah untung, yaitu Rp 25.560, atau Rp 25.600 setelah dibulatkan seperti di kalkulator. Selisihnya itulah yang dipakai untuk menutup potongan.

Cara menghitung persentase keuntungan

Kalau harga sudah ada dan kamu ingin tahu persentasenya, pakai urutan ini.

  1. Jumlahkan modal per pesanan: HPP ditambah biaya lain.
  2. Kurangi harga jual dengan semua potongan marketplace, lalu dengan modal. Hasilnya untung bersih.
  3. Bagi untung bersih dengan harga jual untuk margin, atau dengan modal untuk markup.
  4. Kalikan 100 untuk mendapat persen.

Misalnya harga Rp 24.300 dengan modal Rp 17.000 dan tanpa potongan. Untung bersihnya Rp 7.300, margin sekitar 30,0%, markup sekitar 42,9%.

Memilih target untung

Tidak ada persentase yang pas untuk semua penjual. Produk dengan perputaran cepat dan persaingan harga ketat biasanya berjalan dengan untung per unit yang lebih tipis. Produk yang unik, dibuat sendiri, atau butuh banyak penjelasan sering punya ruang yang lebih lega. Volume juga menentukan: untung kecil per unit bisa tetap sehat kalau pesanannya banyak.

Cara praktisnya, mulai dari kebutuhan. Hitung berapa untung per bulan yang kamu perlukan, bagi dengan perkiraan jumlah pesanan, lalu cek apakah harga hasil kalkulator masih masuk akal di mata pembeli. Kalau terlalu tinggi, tinjau ulang HPP dengan kalkulator HPP atau cari kemasan yang lebih murah.

Marketplace atau toko sendiri

Marketplace membawa pembeli yang sudah siap belanja, plus sistem pembayaran dan perlindungan transaksi. Potongan adalah harga dari semua itu, dan wajar kalau besar bagi penjual yang baru mulai. Hanya saja potongan mengubah harga yang kamu perlukan, seperti terlihat di contoh 2: untung yang sama menuntut harga lebih tinggi.

Komponen potongan tiap platform berbeda, dan angkanya bisa berubah. Pelajari rinciannya di artikel biaya admin Shopee dan TikTok Shop, lalu masukkan total potongan dari laporan penghasilanmu ke kolom Potongan marketplace. Kalau kamu sering memberi harga coret atau promo, cek dampaknya ke untung dengan kalkulator diskon.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Lupa memasukkan kemasan, stiker, dan jatah iklan ke biaya lain.
  • Menjumlahkan persen potongan ke modal, padahal potongan dihitung dari harga jual.
  • Mencampur margin dan markup saat membandingkan target.
  • Memakai tarif marketplace dari postingan lama, bukan dari laporan penghasilan sendiri.
  • Membulatkan harga ke bawah sehingga untung per pesanan menipis.

Kalau jualan lewat toko kiooz, pembeli membayar lewat transfer bank langsung ke rekeningmu dan kiooz tidak mengambil potongan per pesanan dari transfer itu. Biayanya langganan, mulai Rp 149.000 per bulan. Silakan coba kiooz gratis 7 hari.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa beda margin dan markup?

Margin menghitung untung sebagai persen dari harga jual, sedangkan markup menghitungnya sebagai persen dari modal. Untung yang sama selalu menghasilkan margin yang lebih kecil daripada markup.

Berapa persen keuntungan yang wajar?

Tidak ada angka tunggal yang cocok untuk semua. Besarnya bergantung pada kategori produk, ketatnya persaingan harga, dan volume penjualanmu.

Kenapa potongan marketplace tidak boleh ditambahkan ke modal?

Potongan marketplace dihitung dari harga jual, bukan dari modal. Kalau persentasenya dijumlahkan ke modal, harga yang keluar terlalu rendah dan untungmu tergerus.

Bagaimana cara menghitung persentase keuntungan?

Kurangi harga jual dengan modal dan semua potongan untuk dapat untung bersih. Bagi untung bersih dengan harga jual untuk margin, atau dengan modal untuk markup, lalu kalikan 100.

Perlukah harga jual dibulatkan?

Sebaiknya dibulatkan ke atas, misalnya ke Rp 100 terdekat, supaya untung tidak turun di bawah target. Pembulatan ke bawah memangkas untung di setiap pesanan.

Alat lainnya

Kalkulator HPP

Pakai kalkulator HPP gratis ini untuk menghitung harga pokok per unit dari bahan baku, tenaga kerja, dan overhead, lengkap dengan contoh hitungannya.

Buka kalkulator

Kalkulator BEP

Pakai kalkulator BEP ini untuk tahu berapa unit yang harus terjual supaya biaya tetap tertutup. Ada rumus dan cara menghitung BEP dengan contoh angka.

Buka kalkulator

Kalkulator diskon

Kalkulator diskon gratis buat hitung harga setelah diskon, jumlah yang dihemat, dan diskon bertingkat seperti 50% + 20%. Ada hitungan untung buat penjual.

Buka kalkulator